Semakin Berpendidikan Semakin Dekat Tuhan

[3:18] Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana..

[29:43] Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. [35:19] Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat.

Pendidikan untuk Semua Golongan

Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-menganal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal”. (QS: Al-Hujuraat 13).

Pendidikan Menaikkan Derajat

“Dan apabila dikatakan: ‘Berdilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang –orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS: Al-Mujadilah 11).

Pendidikan Harus Meningkat

“Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. (QS : Thaahaa 114).

Pendidikan Membuka Mata

“[11:24] Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya?. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?.

Instagram Twitter  Facebook 

Monday, March 21, 2016

Masih Dibuka Pendaftaran Siswa/i Baru Gelombang Ketiga

SMA Lazuardi Islamic School Membuka Pendaftaran Gelombang Ke-3


Ayo Buruan Daftar Sebelum Ketinggalan
Tempat Terbatas...!!!!!

Info lebih lanjut dapat langsung Menghubungi Tlp dan Email di Atas. Terimaksih

Thursday, March 17, 2016

Anrio Mafrizal : ”Ikhlas ataupun tidak ikhlas toh kita sudah ada disini, maka lebih baik memilih ikhlas”

Anrio Mafrizal atau yang lebih akrab disapa kak Rio mengingatkan kepada guru-guru selama dua jam kedepan untuk ikhlas. Di hari sabtu yang biasanya libur dan mungkin sudah ada yang punya agenda untuk pergi bersama keluarga, menurut beliau, ikhlas adalah pilihan terbaik ketika jasad sudah hadir disuatu tempat. ”Ikhlas ataupun tidak ikhlas toh kita sudah ada disini, maka lebih baik memilih ikhlas”, ungkap kak Rio saat mengisi materi Mental Coaching Character for Teachers di SMA Lazuardi GIS Depok, Sabtu (27/2/2016).

Keikhlasan dapat dilihat dari dua respon, secara lisan dan gesture (bahasa tubuh). Mungkin kita bisa memanipulasi jawaban lisan saat ditanya orang lain, namun gesture sulit dimanipulasi. Dan orang lain bisa membaca dengan mudah. Maka kita harus melatih rasa ikhlas, agar kita bisa lebih bahagia dalam menjalani hari.

Sesuai dengan tema yang beliau bawa, “Good Education Requires Good Teacher”, Kak Rio memulai dengan dua kata yang sering muncul saat seorang guru masuk kelas, kata Berat dan kata Ringan. “apakah setiapkita masuk kelas langkah kaki kita terasa berat atau ringan?” Tanya kak Rio yang berpengalaman di bidang konsultan dan Psikolog dan pernah menjadi Director of Nine B Training & Counseling Center.

Bila berat mengapa dan bila ringan mengapa, adalah sebuah kondisi yang harus disiasati dan dipahami dengan baik. Kalau suatu ketika kita pernah merasakan ringan dalam mengajar, mengajar berat bukanlah suatu kondisi yang harus ditakuti dan terus menghantui. Kalaupun masalahnya bukan masalah pribadi, dan kelas yang jadi alasan, maka kelas yang dianggap “berat” itupun pasti ada solusi yang bisa diterapkan. 

Solusi dari kak Rio, yang juga seorang Penggagas Ego State Therapy by Online, untuk kesiapan guru yang akan mengajar, entah itu masuk ke dalam kelas yang “berat” ataupun “ringan adalah, tiga hal yaitu kesiapan Media, Content dan Deliver. Harus disiapkan dengan baik ketiga hal tersebut jangan sampai terlewat saat akan mengajar. Kalaupun dalam perjalanan seorang guru agak kurang dalam tiga hal tersebut, namun dengan seiring berjalannya waktu, maka seorang guru akan bisa mendekati kesempurnaan. Apalagi, bila guru tersebut memiliki semangat untuk upgrade dan cinta terhadap profesinya. Kak Rio menekankan beberapa hal, “Metode itu lebih penting dari materi pelajaran, tapi dibandingkan materi pelajaran, Guru itu lebih penting, namun dibandingkan dengan guru, ruh guru itu jauh lebih penting. Dan Guru di kelas harus hadir, baik itu jasadnya maupun ruhnya. Jangan sampai ada guru yang jasadnya disekolah namun ruhnya ditempat lain”, tandasnya.

Dalam sesi training guru yang singkat namun bermakna ini, Kak Rio pun mengingatkan kepada kita agar memahami konsep rezeki Allah SWT itu dengan baik. Rezeki menurut beliau bukan sekedar gaji bulanan, ada hal lain yang harus dipahami dari rezeki. Bila kita sebagai guru mengajar secara maksimal dan all out, namun digaji kurang dari itu, maka menurut beliau kekurangan gaji itu akan diganti oleh Allah SWT dengan rezeki yang tidak diduga-duga, seperti keluarga yang selalu sehat, anak yang shaleh atau shalehah, pintar dan menyenangkan hati orang tua, itu adalah sekelumit rezeki yang harus juga disadari dan disyukuri. Namun bila ada guru yang mengajar malas-malasan dan tidak maksimal, namun digaji besar dan tidak sesuai dengan kompetensi, maka mungkin bisa saja Allah SWT akan mengurangi rezeki yang didapatnya, entah itu dengan tubuhnya yang sakit-sakitan, atau ada keluarganya yang sakit dan membutuhkan biaya banyak, anak yang susah diatur, dan selalu mengecewakan orang tuanya atau mertua yang selalu merongrong.

Maka solusi dari masalah yang kita hadapi menurut Kak Rio adalah kita harus memilih antara solusi terbaik atau solusi terenak. Kadang kita selalu memilih solusi terenak yang sifatnya jangka pendek, padahal kalau kita memilih solusi terbaik maka hal tersebut akan kita rasakan secara jangka panjang.

Kak Rio diakhir selalu menekankan bahwa kita sebagai manusia adalah ruh, adalah khalifah, adalah pengendali. “Anda bukan hanya jasad, anda juga terdiri dari ruh”, tutur kak Rio. Maka pilihlah solusi terbaik yang memberdayakan, jangan memilih solusi yang cenderung menghancurkan. Abd/RJK

Thursday, February 04, 2016

Monday, February 01, 2016

Andri Rizki Putra : Perubahan pola pikir dimulai dari pendidikan

“Indonesia adalah pasar potensial bagi negara ASEAN lainnya”, ungkap Andri Rizki Putra, pendiri dari Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), sebuah yayasan berbasis swadaya masyarakat untuk mereka yang putus sekolah dan ingin melanjutkan pendidikannya tanpa batas usia, dan pekerjaan secara gratis untuk siapa pun. ”Sudahkah kita siap menjelang MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)”, tanyanya saat mengisi materi Life Skills di SMA Lazuardi GIS Depok, Rabu (18/1/2016).

Dengan penampilannya yang masih muda, tampan dan energik, Motivator muda kita ini tidak susah untuk menarik perhatian peserta Life Skills, sehingga penjelasan-penjelasannya yang lugas dapat diterima dengan baik. Dimulai dengan tantangan kedepan yang semakin kompetitif, Rizki mengajak setiap orang untuk peduli dengan pendidikan dan menurutnya, Pendidikan Indonesia masih rendah, hal ini bisa dilihat dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang masih rendah, hingga kualifikasi tenaga kerja Indonesia yang pergi ke luar negeri pun sebagian besar hanya jadi asisten rumah tangga dan tenaga kasar lainnya.

Untuk meyakinkan tentang buruk dan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia, Andri Rizki Putra kemudian menceritakan pengalamannya selama dia bersekolah. Pertengahan 2006 adalah masa penting dalam hidup Rizki, saat itu dia duduk di bangku SMP kelas 3 dan sedang menjalani Ujian Nasional. Rizki mendapati bahwa sistem ujian nasional di sekolah buruk, para guru seperti sengaja menutup mata terhadap anak-anak yang menyontek dan malah ada yang memberikan kunci jawaban lewat SMS.

Keinginannya untuk melapor pada Kepala Sekolah dihalang-halangi oleh beberapa guru, dan keinginannya untuk melaporkan ke Indonesia Corruption Watch (ICW) serta mengekspos ke media dicegah oleh orang-orang terdekatnya. Rizki sangat kecewa hingga mengurung diri di kamar dan enggan keluar rumah. Rizki lalu diterima di SMA unggulan, mendapat beasiswa prestasi, dan mencetak nilai tertinggi. Tapi dia sudah terlanjur merasa kecewa dengan sistem pendidikan formal di Indonesia dan memutuskan untuk berhenti di bulan kedua masuk SMA. Menurutnya, pendidikan adalah media untuk membentuk karakter manusia menjadi lebih baik. Jika pendidikan didasarkan oleh praktik kecurangan dan ketidakjujuran, maka makna pendidikan itu sudah tidak ada artinya lagi.

Rizki putus sekolah formal pada jenjang SMA dikarenakan rasa marahnya atas penyelenggaran ujian nasional yang penuh praktik kebocoran. Sewaktu putus sekolah, Rizki memutuskan belajar otodidak dan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C atau setara SMA. Dengan metode pendidikan yang dipilihnya, Rizki berhasil menyelesaikan pendidikan setara SMA nya dalam waktu satu tahun (akselerasi).

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar”, Rizki meyakinkan peserta Life Skills, dengan mencontohkan siswa binaannya yang awalnya hanya seorang pembantu rumah tangga. Namun berangkat dari tekad yang kuat, siswa binaannya tersebut dapat melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan sedang menempuh kuliah Strata 1. Dan saat ini siswa binaannya itu bila ditanya tentang cita-cita, dia dapat menjelaskan apa yang akan dicapainya dimasa depan. Dan bila diajak bicara pun siswa binaannya itu sudah tidak seperti teman-temannya yang lain yang masih menjadi pembantu rumah tangga. Hal ini meyakinkan Rizki bahwa pendidikan merubah pola pikir seseorang menjadi lebih baik dan berkualitas.

Kunci Sukses menurut Rizki ada tiga, Jangan baper, move on dan maafkan, serta be sincere (jangan menyerah). “keputusan yang kita ambil tidak selalu diapresiasi baik oleh orang lain”, tambah Rizki. Dan Rizki yakin, figur yang dibutuhkan dunia saat ini bukanlah  mereka yang berpengetahuan luas atau memiliki ide cemerlang. Namun mereka yang dapat merealisasikan pengetahuan dan idenya menjadi nyata, di implementasikan dan dapat dirasakan manfaatnya untuk orang banyak. Abd/RJK

Friday, January 15, 2016

Andri SM Daulay : Saya adalah orang yang selalu berusaha mengalahkan diri sendiri

“Apabila ditanya tentang siapa saya, maka biasanya saya menjawab, Saya adalah orang yang selalu berusaha mengalahkan diri sendiri”, demikian secara singkat untuk menggambarkan sosok bapak Andri SM Daulay, saat mengisi materi Life Skills di SMA Lazuardi GIS Depok, Rabu (12/1/2016).


Tidak seperti biasanya performance Life Skills ditampilkan diawal, dengan lead guitars Achmad Zidane As Syauqi dari kelas 11 IPA 1 dan tandem vokalis-nya Muhammad Arkan Kuswijayanto juga dari kelas yang sama. Mereka membawakan lagu Love Yourself dari Justin Bieber.

Setelah itu acara inti Life Skills dimulai dengan pemaparan perjalanan kisah sukses bapak Motivator kita, Andri SM Daulay, “Saat muda adalah saat banyak mimpi yang ingin dicapai, membahagiakan orang tua, keluarga dan saudara-saudara terdekat.”, ungkapnya dengan antusias.




Beliau lahir dan besar di kota Medan, yang kata banyak orang adalah Pusat Kota Melayu, sebuah kota yang Multi Etnis, karena disana berkumpul etnis Melayu, Karo, Tapanuli Selatan, Tapanuli tengah, Toba, Simalungun, Dairi, Nias, Jawa, Aceh, Minang, India, Tiongkok dan Arab. Namun beliau merasa, walaupun tinggal di kota yang Multi Etnis, yang harusnya bisa membuat pribadinya menjadi lebih fleksibel ternyata tidak.

Tetapi semua itu berubah setelah beliau bertemu dengan guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Medan, “dulu saya tidak suka dengan pelajaran Bahasa Inggris, tapi di SMA saya ketemu guru Bahasa Inggris yang ok…” tandas beliau yang saat masih sekolah senang dengan kegiatan OSIS, Pramuka, PHBI, dan nge-Band. Dengan pembawaan dan metode pembelajarannya yang sangat menginspirasi, akhirnya Andri SM Daulay remaja tertarik dengan bahasa Inggris bahkan setelah itu meminta kepada orang tuanya untuk les Bahasa Inggris.

Dengan bahasa Inggris yang mumpuni akhirnya muncul kepercayaan diri dari seorang Andri SM Daulay dan membuatnya lebih fleksibel dalam bergaul dan bertutur kata.  “Bahkan kini banyak yang salah sangka dengan asal daerah saya, karena logat bataknya sudah tidak nampak kecuali dimunculkan secara sengaja.” tambah beliau yang merupakan lulusan Universitas Andalas-Padang Sumatera Barat, jurusan Ekonomi untuk gelar sarjananya dan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk gelar Magister Managementnya.




Dengan pembawaannya yang menyenangkan, ringan dan banyak mengundang gelak tawa, peserta Life Skills dapat mengambil kiat-kiat sukses seorang Andri SM Daulay. Sukses itu menurut beliau yang pertama, memiliki Kompetensi yang tinggi agar kemampuannya diakui oleh banyak orang. Kedua, harus bisa berkomunikasi dengan baik, untuk bisa menyampaikan gagasan dan keinginan yang dimiliki. Ketiga, kemampuan memanage Self Talk dengan efektif, agar karakter yang muncul bersamaan dengan alam bawah terkontrol dengan baik. Abd/RJK

Tuesday, December 08, 2015

LazNews November 2015



Dapat pula didownload tulisan lengkapnya Disini

Penerimaan Siswa/i Baru Th Ajaran 2016/2017





SYARAT DAN KETENTUAN PENERIMAAN SISWA BARU (PSB)
TAHUN AJARAN 2016/2017



Seleangkapnya Disini

Friday, November 27, 2015

PSB Gelombang Pertama

PSB Gelombang Pertama (1) akan dilaksanakan pada:

Hari          : Sabtu
Tanggal    : 5 Desember 2015

Info lebih lanjut Dapat menghubungi : humas@lazuardi-high.sch.id

Thursday, November 12, 2015

Subiakto Priosoedarsono : “Segala sesuatu berawal dari ide”

Foto 1, Subiakto Priosoedarsono

"Perkenalkan nama saya Subiakto Priosoedarsono. Saya berprofesi sebagai Brand Builder sejak tahun 1969 sampai sekarang. jadi saya sudah menggeluti bidang ini sudah hampir 46 tahun” demikian kata Bapak Subiakto saat mulai mengisi materi Life Skills kepada para siswa SMA Lazuardi GIS di Depok, Selasa (10/11/2015).

Sebelum acara Life Skills dilanjutkan kembali, ada performance dari siswa kelas 11 Social, yang dibawakan oleh Mahdi Bilfaqih (guitar), Deandra Diffa Aisyah (guitar), dan Thahirah Atika Putri sebagai vokalisnya, membawakan lagu Tears in Heaven – dari Eric Clapton.
Foto 2, Performance Siswa SMA Lazuardi GIS

Pak Subiakto, pakar Branding di Indonesia, sempat merasakan kebingungan saat mau memulai acara Talk Show Life Skills karena audience-nya adalah siswa/i SMA. Setelah menyaksikan performance Pak Subiakto menjelaskan hubungan Brand dengan Produk, “Brand itu seperti puncak gunung es, yang muncul kepermukaan adalah logo, slogan, Merk, atau pun produk. Dan dibawahnya ada team kreatif yang bekerja untuk membangun Brand tersebut eksis dan terkenal” tegasnya, yang pernah mengecap kuliah di ITB dan Sekolah Tinggi Seni Rupa Jakarta yang merupakan cabang dari IKIP Rawamangun, Jakarta.

Beliaupun menjelaskan sejarah dirinya yang cukup lama bergelut dibidang Branding, dan istilah Branding menurutnya baru muncul pada awal tahun 2000-an, karena sebelumnya tidak ada. Dan Branding bukan hanya sekedar logo, Iklan, Slogan, Packaging, Display, Pameran, hadiah, ataupun bonus tapi Brand adalah ikatan emosi antara produk anda dan konsumen. dan itu sangat penting dikembangkan di Indonesia, karena “Indonesia adalah masyarakat yang sloganistik”, tutur bapak Subiakto, Pakar Branding yang banyak melahirkan slogan-slogan iklan terkenal seperti Ligna “Kalau Sudah Duduk, Lupa Berdiri”, Polytron “The Winning Theme”, Digitec “Memang Moi”, Engran “Sarapan Kedua”, Kopi Gelatik, KingKong Obat Nyamuk “Kingkong Lo Lawan”, Mayora Permen Kopiko “Gantinya Ngopi”.

Saat ada siswa yang bertanya tentang ide-ide keatif bapak Subiakto, beliau menjawab dengan enteng, “Segala sesuatu berawal dari ide” dan beliau menjelaskan lebih jauh bahwa ide itu lahir dari pengalaman. selain pengalaman juga harus diimbangi dengan research dan referensi yang aplikatif agar Branding yang dibuat bisa komunikatif, ujar beliau yang pernah menjabat sebagai Campaign Director, Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode tahun 2004-2009 dengan tagline “Bersama Kita Bisa”.

Tepuk tangan meriah utk Pak Subiakto dari siswa2 SMA Lazuardi setelah mereka tahu bahwa Pak Subiakto adalah yg menciptakan Permen KOPIKO. “ide KOPIKO sebenernya dari bahasa madura yang suka menyebut kopi dengan PIKOPI dek, tapi saya takut kualat dengan orang madura, maka dirubah menjadi KOPIKO”
Foto 3, Terima Kasih Pak Subiakto

Terakhir bapak Subiakto yang saat ini masih aktif menjabat di Ketua Perkumpulan RumahUKM, Chairman PT. Brand In Action (d’Brand) dan juga Direktur Utama PT. Hotlinetama Sarana (Hotline Advertising), mengajak kepada seleuruh peserta Life Skills SMA Lazuardi GIS untuk selalu kreatif dan berorientasi ke masa depan, karena menurutnya, “Indonesia bisa maju kalau mentalnya sudah dirubah, tidak selalu menganggap orang Arab itu suci, Orang bule itu pinter, orang Cina itu kaya”. Maksudnya adalah hambatan-hambatan yang sifatnya internal kadang itu faktor penentu susahnya bangsa Indonesia untuk maju, padahal secara kemampuan dan potensi bangsa Indonesia tidak kalah dengan SDM dari luar negeri. Abd/RJK